Sarang Burung Layang-layang dan Buah Zaitun
Sewaktu
Abrahah dengan bala tentaranya akan bergerak menuju Makkah untuk membinasakan
Ka’bah, dengan tidak disangka-sangka datangalah kawanan burung –burung kecil
berbondong-bondong. Tiap-tiap burung membawa tiga butir batu kecil-kecil yang
sangat beracun, diparuhnya dan pada kedua kakinya.
Dalm
kitab-kitab tarikh islam diterangkan bahwa burung-burung itu datng dari laut. Kita
menyebutnya burung laying-layang atau wallet yang bahasa latinnya Collocalia Fuciphaga.
Kehidupan
burung itu sangat tergantung pada daerah perairan seperti laut, sungai atau
kolam, hutan dan sawah yang ditumbuhi tanaman-tanaman rendah. Sebab di situ
biasanya terkumpul serangga-serangga terbang seperti capung, wereng, kutu,
tenggeret, dan lain-lain. Serangga-serangga itulah yang menjadi makan burung wallet.
Walet
bertelur dua butir saja seperti burung dara. Telur itu bias menetas di udara
lembab dengan kadar kelembaban 90%. Telur itu akan menetas pada masa 21 sampai
29 hari dieram.
Yang
menjadi sorotan kita, terutama sekali adalah sarangnya. Sarang tang tersusun
dari air liurburung wallet itu dibina dengan tekun selama sebulan sehingga
berbentuk seperempat bola. Di situlh ia bertelur dan mengeram.
Mula-mula
diduga bahwa sarang burung itu terdiri dari zat-zat yang ada di permukaan laut,
karena burung-burung itu bersarang umumnya pada gua-gua di permukaan tepi laut.
Barulh pada
thun 1880 ada kenyataan bahwa sarang burung itu tidak mengandung zat nabti (unsure
tumbuhan) seperti ganggang dan lain-lain, melainkan seluruhnya terdiri dari
musin (lendir) yang dihasilkan oleh kelenjar ludah bintang . Selanjutnya
didapati pula bahwa sarang burung itu terbuat dari glikoprotein yang juga
terdapat pada air liur bintang.
Pada tahun
1979 Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, mengadakan penelitian. Ternyata tiap-tiap
100 gram sarang burung mengandung:
a)
281 kalori
b)
37,5 gram protein
c)
32,1 gram karbohidrat
d)
0,3 gram lemak
e)
24,8 gram air
f)
485 mg kalsium
g)
18 mg fasfor
h)
3 mg ferum (besi)
Demikian kandungan sarang burung itu, seperti
yang dimuat oleh majalah Trubus. Alquran
sekedar menyebutkan, kemudian manusialah yang punya tugas mengadakan penelitian
mengapa hal itu disebut, apa keutamaan yang ada padanya.Sumber : Keajaiban Sains Islam karya Haji lalu Ibrahim M. Thayyib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar